BANGKA PELOPOR PENDIDIKAN INKLUSIF DI BABEL

Humas & Protokol, 02-01-2013


Penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya Pendidikan Inklusif di Kabupaten Bangka. (ft/Lutfi)

“Kami Siap dan Kami Bisa, Inklusif Yes. Kalimat inilah yang ditulis Bangka Bangka H Yusroni Yazid SE MM di atas spanduk putih ketika melakukan Pencanangan Pendidikan Inklusif Kabupaten Bangka tahun 2012, Sabtu (29/12) yang lalu di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. Kalimat ini merupakan dukungan dan motivasi besar dari Bupati Bangka untuk pendidikan inklusif dimana Kabupaten Bangka merupakan pelopor pembudayaan pendidikan inklusif pertama di Provinsi Kepuluan Bangka Belitung. Launching pendidikan inklusi ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti berita acara oleh bupati dan Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PK-LK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Mujito AK M.Si. Tampak hadir juga Staf Ahli Gubernur Babel, Kapolres Bangka, Kajari Sungailiat, Perwakilan Diknas Provinsi, Kepala LPMP Babel, para asisten, staf ahli bupati,Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab Bangka, Camat se-Kab Bangka, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA se-Kab Bangka dan tamu undangan lainnya.

Bupati dalam sambutannya sangat mendukung dan mensupport pendidikan sehingga dapat dinikmati semua warga negara tanpa terkecuali apakah mereka terkategori “normal” atau “berkebutuhan khusus”.

“Semua anak usia sekolah di Kabupaten Bangka tanpa kecuali harus dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa ada perbedaan apapun,” tegas Pak Bup.

Sementara itu Ketua Pelaksana dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kab Bangka Drs Yunan Helmi Msi dalam laporannya mengatakan di Kabupaten Bangka dari 184 SD/MI yang ada, 13 (tiga belas) sekolah telah menyelenggarakan pendidikan inklusif. Untuk itu pihaknya terus mengoptimalkan peran dan fungsi pokja inklusi, serta mempersiapkan perangkat pendukung strategis seperti Peraturan Bupati tentang Pendidikan Inklusif, padati sekolah pilot sebagai model percontohan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama guru pembimbing khusus.

Diharapkan pendidikan inklusif ini benar-benar merupakan pendidikan yang INKLUSIF yakni INTEGRASI, NON DISKRIMINASI, KERJASAMA, LIVING-LOVING DAN LEARNING, UNIK TETAPI BERSATU, SISWA SEBAGAI PUSAT LAYANAN, INDIVIDU BERBEDA Kegiatan pencanangan tersebut diisi juga dengan kreasi dari anak-anak siswa Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), siswa SDN 3, penampilan Wahid Band serta peninjauan ke sekolah model percontohan pendidikan inklusif yakni SDN 3 Sungailiat. (Lutfi)


Berita bulan Tahun :