LOKAKARYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Humas & Protokol, 18-07-2013


Para peserta mengikuti lokakarya tentang integrasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Bangka. (ft/Lutfi)

Untuk meningkatkan capaian dan kelanjutan Pembangunan Nasional Program Masyarakat (PNPM) Mandiri yang salah satu prioritas yakni penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14,1 persen pada tahun 2009 menjadi 8,01 persen pada tahun 2014 dan perbaikan distribusi pendapatan dengan perlindungan sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah, Pemerintah Kabupaten Bangka dibawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerjasama dengan pemangku kepentinganan program seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan stakeholder lainnya menyelenggarakan lokakarya integrasi kebijakan dan program pembangunan dalam rangka percepatan penanggulanggan kemiskinan di Kabupaten Bangka. Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Bangka Drs H Espada Yamin MAP, Kamis (18/7) di Ruangan Bangka Idaman Kantor Bupati Bangka bertujuan untuk mengimplementasikan dan mensosialisasikan Peta Jalan PNPM Mandiri yang terdiri dari 5 (lima) pilar yakni integrasi program pemberdayaan masyarakat, keberkelanjutan pendampingan, penguatan kelembagaan masyarakat, penguatan peraan pemerintah daerah, dan perwujudan tata kelola yang baik. Selain itu juga untuk mengkonsolidasi peran dan tanggung jawab pemerintah daerah, swasta, dan komponen masyarakat sipil dalam merancang strategi yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan daerah serta meningkatkan koordinasi.

Dalam sambutannya Espada mengungkapkan tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Salah satu caranya dengan menanggulangi tingkat tingkat kemiskinan yang ada di masyarakat," ungkap Espada.

Dikatakannya tingkat kemiskinan di Kabupaten Bangka mengalami penurunan pada tahun terakhir ini yakni dari 11,78 persen menjadi 5,65 persen. Untuk itulah ungkap Espada perlu sinergisitas mulai dari tahap perencanaan pelaksanaan sampai tahap evaluasi sehingga terselenggara secara lebih efektif dan efesien serta tepat sasaran.

"Upaya penanggulangan kemiskinan adalah semua elemen masyarakat terutama tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah baik provinsi maupun kabupaten," jelasnya.

Ditambahkannya terdapat 3 (tiga) klaster program penanggulangan kemiskinan yakni kelompok program bantuan dan perlindungan sosial, kelompok program untuk memberdayakan masyarakat melalui PNPM Mandiri, dan kelompok ditujukan bagi kelompok atau individu masyarakat miskin yang tidak masuk atau sudah ke dalam klaster pertama dan kedua.

Sementara Ketua Panitia Takriyadi dalam laporannya mengatakan kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, 18 - 19 Juli 2013 dan diikuti sebanyak 70 peserta di Lingkungan Pemkab Bangka yang berhubungan dengan kepentingan untuk mewujudkan program PNPM Mandiri dengan narasumber dari TKPK Babel, BPMD Provinsi Babel, kepala Bappeda Kab Bangka dan team leader PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Babel.

"Lokakarya ini dapat merumuskan strategi operasional bagi TKPK Kabupaten Bangka sehingga dapat memainkan perannya," harapnya.

Sementara itu Hari Purnomo selaku tim leader PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Bangka Belitung lokakarya ini dapat mengintegrasikan PNPM Mandiri Perkotaan dalam manajemen pembangunan daerah (Musrenbang Desa/Kota) dengan memotret kondisi muktahir hasil pembangunan dari sisi penurunan angka kemiskinan Kabupaten Bangka serta terjalin sinergisitas lintas sektoral dan lintas pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan sebagai masukan dalam penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah maupun dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bangka 2013-2018.

"Lokakarya ini dapat menghasilkan hal yang bisa merumuskan sesuatu yang baru dalam penanggulangan kemiskinan," harapnya.

PNPM Mandiri merupakan program nasional yang mempunyai nilai dasar dalam membangun dan mewujudkan impian bersama dan motivasi untuk mewujudkan impian bersama untuk kebaikan bersama secara gotong royong yang bertumpu pada pembangunan manusia, otonomi, desentralisasi, berorientasi pada masyarakat miskin, partisipasi serta kesetaraan dan keadilan gender. (Lutfi)


Berita bulan Tahun :