45 REMAJA DIAJARI KIE KESEHATAN REPRODUKSI
Humas & Protokol, 22-05-2012
Staf Ahli Bupati menyampaikan sambutan ketika membuka Advokasi dan KIE bagi remaja yang diselenggarakan KBPP Kab Bangka. (ft/Lutfi)
Untuk membantu remaja supaya meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku positif tentang mengenai kesehatan dan hak-hak reproduksi serta mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Kantor Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) menyelenggarakan Advokasi dan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi siswa SMP,SMA, Mahasiswa se-Kabupaten Bangka, Selasa (22/5) di Gedung Wanita Sungailiat. Kegiatan yang dibuka Bupati Bangka yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs Murjadi bertujuan untuk memberi pencerahan kepada generasi muda supay mengerti dan memahami tentang arti penting kesehatan reproduksi dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan mutu dalam kehidupan terutama mengenai kesehatan reproduksi.
Murjadi dalam membacakan sambutan bupati mengungkapkan yang menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku remaja adalah adanya komunikasi yang kurang harmonis, tingkat pendidikan rendah dan praktek agama yang lemah. Semua ini kutip Murjadi sangat berdampak dalam perkembangan remaja.
“Perilaku yang negatif dari remaja sangat dipengaruhi faktor yang menghambat perkembangan remaja seperti pendidikan, agama yang lemah,tidak adanya komunikasi, lingkungan keluarga yang tidak sehat, sekolah dan masyarakat yang memiliki pola dan aturan yang longgar,” kata Murjadi.
Menurutnya isu-isu yang berkembang seperti sekarang ini seperti penggunaan obat-obat terlarang, hubungan seksual di luar nikah, dan kasus HIV/AIDS dan faktor coba-coba akan dapat dihindari dengan adanya kesadaran dari diri sendiri, dibantu dengan penyuluhan, penyebaran informasi, pencegahan serta pemberantasan terhadap masalah yang harus ditingkatkan.
“Sekarang ini langkah preventif harus diambil guna merespon permasalahan remaja tersebut seperti kegiatan Advokasi dan KIE yang dilakukan KBPP ini. Dan pemerintah sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan yang bisa membantu remaja dalam meniti masa depan dan mengawasi perkembangan remaja,” harap Pak Mur.
Sementara itu Dra. Wilis Eri Yunita M.Si selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan kegiatan Advokasi dan KIE tentang PIK Remaja ini diikuti sebanyak 45 orang peserta yang terdiri dari siswa SMP, SMA, Mahasiswa AKBID dan STAIN Kabupaten Bangka dengan tujuan untuk membantu dan mengawal remaja supaya tidak salah kaprah dan memahami betul mengenai kesehatan dan hak-hak reproduksi.
“Kegiatan ini membahas mengenai persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, dewasa usia, dewasa jiwa, kebijakan program genre, genre dan perencanaan keluarga dan Triad KRR dengan tujuan membantu remaja agar TEGAR dari resiko TRIAD KRR, dan memiliki status Sistem Reproduksi yang sehat melalui peningkatan komitmen, pemberian informasi, pelayanan konseling, rujukan medis dan pendidikan kecakapan hidup, serta kegiatan penunjangn lainnya,” tutup Wilis. (Lutfi)