69 ORANG TOMA DAN TOGA DILATIH TANGGAP BENCANA
Humas & Protokol, 28-05-2012
Pelatihan Tanggap Darurat bagi Toma dan Toga yang dibuka Staf Ahli Bupati Drs Murjadi di Pondok Wisata Moeliya Sungailiat. (ft/Lutfi)
Sebanyak 69 orang dari berbagai desa yang ada di Kabupaten Bangka, Senin (28/5) diberi pelatihan mengenai tanggap bencana. Kegiatan yang diikuti tokoh masyarakat (Toma) dan tokoh agama (Toga) ini dibuka Bupati Bangka yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Drs Murjadi di Pondok Wisata Moeliya Sungailiat. Kegiatan yang dikoordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ini merupakan baru kali pertama diselenggarakan dan bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat status kesehatan masyarakat dan memperdayakan masyarakat di bidang kesehatan.
Murjadi ketika membacakan sambutan bupati mengungkapkan sekarang ini dengan adanya desa atau kelurahan siaga aktif masyarakat menjadi sehat karena mudah mengakses pelayanan kesehatan dasar, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan dan mampu mengatasinya dengan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang ada di tengah-tengah masyarakat terutama yang ada di wiliyahnya.
“Tokoh masyarakat dan agama diharapkan dapat membantu langsung upaya pemberdayaan dan penggerakan masyarakat di sektor kesehatan, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan citra terhadap figur tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan,” kutip Murjadi.
Lebih lanjut ia menjelaskan desa yang siaga merupakan desa yang siap menghadapi semua permasalahan terutama di bidang kesehatan serta tanggap jika terjadi bencana di desanya. Untuk itulah pelatihan ini merupakan hal yang penting bagi peserta sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan melaksanakan tugas yang berhubungan dengan tanggap darurat di desanya masing-masing.
Sementara itu Elfie Suartini selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi tooh masyarakat dan agama dalam mencegah dan mengatasi bencana dan kedaruratan kesehatan. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan agar tanggap terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
“Kegiatan ini untuk menambah wawasan dan tanggap terhadap kemungkinan terjadinya bencana dan kedaruratan kesehatan sehingga dapat memberikan pertolongan kepada korban dan masyarakat,” jelas Elfie.
Kegiatan yang bermetodekan ceramah, diskusi dan tanya jawab tersebut mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yang telah dilatih pada tingkat provinsi, PMI dan petugas penanggulangan gawat darurat. (Lutfi)