Objek Wisata Alam Di Kabupaten Bangka

Pha Kak Liang

pha_khak_liang_277Tempat ini berada di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, sekitar 2 km dari Kota Belinyu atau 53 km dari Kota Sungailiat. Pha Kak Liang adalah sebuah kawasan yang bergaya china, yang dibangun di daerah bekas tambang timah, yang luasnya mencapai 2 ha. Wisatawan yang datang kesini seolah berada di kawasan daratan Hongkong atau Taiwan. Daya tarik bagi wisatawan di sini yang tak kalah menariknya adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dipermukaan air pada saat kita berikan makanan yang telah disediakan oleh penjaga setempat. Menurut ceritanya ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.

This place is located in Kuto Panji Village, Belinyu District, Bangka Regency, some 2 km from Belinyu District, or 53 km from Sungailiat. Pha Kak Liang is a tourism area characterized with Chinese architecture constructed on a 2-hectare ex-tin mining area. Tourists visiting this area feel like they are visiting Hongkong or Taiwan.

The interesting point to visitors of this place is that they can enjoy looking at big fresh water fishes emerging from the water when they are feeding with fish too. According to local belief the fishes should not be fished or eaten.

Vihara Dewi Kwan Im

img_0161_277Tempat ini berada dikaki bukit dan terdapat aliran air sungai, yang terletak di Desa Jelitik Kecamatan Sungailiat sekitar 15 km dari Kota Sungailiat.

Menurut kepercayaan masyarakat air tersebut dapat menyembuhkan penyakit, menjadi awet muda atau meminta sesuatu yang diinginkan. di vihara ini juga tersedia kolam pemandian dan vihara kecil untuk sembahyang.

Temple of Goddess Kwan Im

It is located on the foot of a hill where a river flows in Jelitik Village, about 15 km from the city of Sungailiat. It is believed that the water in the Vihara could cure  diseases, could preserve the youth and as the place for wishing something. In the Vihara there are also bathing pool and small vihara for praying.

Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pemali

tirta_277Objek wisata satu ini merupakan aset wisata pantai yang terletak didesa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemali pertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Pada saat itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka.

Setelah kemerdekaan RI perusahaan penambangan timah diambil alih dari pemerintahan kolonial menjadi sebuah perusahaan penambangan yang dimiliki oleh negara, yakni PT. TIMAH dan secara otomatis keberadaan lokasi sumber air panas menjadi bagian kepemilikan dan pengelolaan PT Timah. pada era dasa warsa 70-an, air panas pemali dipugar dan dikembangkan oleh perusahaan Timah, yang selama beberapa tahun sempat terawat dengan baik dan menjadi salah satu tempat rekreasi masyarakat . Air panas ini berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang yang sangat ccocok bagi wisataan yang datang untuk kesehatan atau menghilangkan pegal-pegal dengan cara berendam dikolam air yang disediakan.

Hot Spring Tirta Tapta Pemali

This is one of other tourism assets of Bangka Regency beside beaches . It is located in Pemali Village, Pemali District, some 20 km from Sungailiat. The Hot Spring was first found during Dutch Colonial era by B. T. W (Bangka Tin Winning Bedrijf), a Dutch-owned tin mining company. Following the independence of the Republic of Indonesia the company was taken over and renamed PT. Timah and automatically, the existence of the hot water pathing site was under management of PT. Timah, state owned company. The Hot Spring was automatically put under the mnagement of PT. Timah. In the seventies, the hot spring was renovated and developed by the company to become a recreation place for the surrounding people. The water of the spring comes from active groundwater which contains sulfur, and it  is believed could  heal various health problems by bathing  in the hot water ponds available.

Hutan Wisata Sungailiat

hutan_wisata_277_277Obyek wisata satu ini terletak dikelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, tepatnya dijantung kota Sungailiat yang berhadapan dengan Masjid Agung. Tempat ini sering digunakan untuk berkemah bagi pelajar, pramuka dan remaja. Selain digunakan untuk kegiatan tersebut, tempat ini juga digunakan untuk istirahat sekedar menikmati pepohonan yang lebat dan tinggi.

Sungailiat City Tourism Forest

The forest is located in Parit Padang Urban Village, Sungailiat District, right in the heart of the city of Sungailiat, facing directly The Agung Mosque. The forest is often ed by students, scouts and youths for camping. It is also used to enjoy the rest of bushy and tall trees.

Kampung Gedong

pict1440_277Perkampungan/pemukiman masyarakat asli china dapat kita temui didaerah Kuto Panji, kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kurang lebih 54 km dari Kota Sungailiat. Selain itu terdapat pula kampung Gedong desa Lumut Kecamatan Riau Silip, kurang lebih 51 km dari kota Sungailiat atau kurang lebih 14 km dari Kota Belinyu.

Kehidupan mereka berdagang dan pembuat makanan khas Bangka seperti Kerupuk, kemplang, getas, dan lain-lain.

Villages of Chinese ethnic can be found in Kuto Panji, Belinyu district, some 54 km from Sungailiat. We can also find such communities in  Lumut Village, Riau Silip District, about 51 km from Sungailiat or some 14 km from Belinyu. The Chinese  earns their living by running business such as making traditional food  like fish-snack and  others.

Gunung Maras

maras_277_277Gunung ini terletak di Desa Rambang Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka sekitar 70 km dari kota Sungailiat atau 33 km dari kota Belinyu. Gunung ini merupakan salah satu aset wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, terutama oleh para penggemar lintas alam seperti hiking, berkemah dan mendaki gunung. Alamnya indah, pepohonan hutan yang cukup lebat menambah daya tarik sendiri.

Maras Mountain

The mountain is located in Rambang Village, Riau Silip District, about 70 km from Sungailiat or 33 Km from Belinyu. This mountain is one of the tourism assets attactive enough to be visited, especially by those who love hiking, camping, and mountaineering. Its beautiful landscape, fairly dense forest makes the mountain more attractive to visit.

Bukit Betung

dsc_0021_277Kawasan hutan lebat di pinggir Kota Sungailiat berseberangan dengan kantor Bupati Bangka, dulunya merupakan tempat menyembunyikan diri dari kejaran kolonial. Puncak bukitnya menawarkan pemandangan kota Sungailiat yang mengesankan.

Betung Hill

A dense forest area on the outskirts of Sungailiat right across the Regent's Office Hall of Bangka Regency. It was once a hiding place from the colonial's pursuit. Hill top views of the city offers an impressive Sungailiat.

 

Gua Maria Belinyu

Gua MariaTerletak di Kecamatan Belinyu, tepatnya disebuah bukit yang bernama bukit Moh Thian Liang yang berarti Bukit Menggapai Langit yang dipenuhi dengan pepohonan hijau. Tempat ini ramai dikunjungi oleh umat beragama Katholik sebagai tempat memanjatkan doa kepada Bunda Maria. Selain itu ditempat ini juga dapat dilakukan prosesi Jalan Salib untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus.

Waktu Kegiatan Ziarah :

1. Bulan Mei dan Oktober (Bulan Maria)

2. Bulan Juni-Juli, Desember-Januari (Natal, Tahun Baru)

3. Imlek, Idul Fitri, Cengbeng

4. Para Peziarah menentukan sendiri waktunya

5. No. Telp Paroki Belinyu (0715) 321331

Belinyu Maria Cave

Located in Belinyu district, exactly on the hill called Moh Thian Liang, which means Reaching Heaven, is full of green trees. This place is visited by Catholic Community as a place to pray to The Virgin Mary. Also in this place the Cross Procession is carried out to commemorate the suffering of Jesus Christ.