Kesehatan

             Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah pembangunan dalam upaya bangsa Indonesia mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi.

             Pembangunan kesehatan dalam rangka  terciptanya kualitas sumber daya manusia sebagai insan harus dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupannya mulai dari dalam kandungan bahkan jauh sebelumnya, yaitu dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan para calon ibu, kemudian sebagai bayi, balita, usia sekolah, remaja, pemuda, usia produktif, sampai kepada usia lanjut. Dengan demikian pembangunan kesehatan juga mempunyai peranan yang amat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.

             Di Kabupaten Bangka pembangunan di bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian pemerintah maupun masyarakat.

             Pada tahun 2011, penyakit terbanyak yang diderita penduduk Kabupaten Bangka adalah penyakit ISPA, hipertensi, penyakit pada sistem jaringan otot dan jaringan ikat, diare, penyakit rongga  mulut, penyakit lainnya, penyakit pada saluran pernafasan, malaria dengan pemeriksaan lab, Gingivitis & penyakit Periodental, infeksi penyakit usus lainnya, dan penyakit lainnya.

             Sementara itu tahun 2011 jumlah tenaga paramedis non perawat kesehatan yang berpendidikan APK sebanyak 15 orang, AKZI 12 orang, Akademi Rontgent tidak ada, sementara dari SPPH 8 orang.

                  Jumlah tenaga paramedis perawat kesehatan menurut jenis pendidikan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut; jumlah para medis perawat berpendidikan Akper sebanyak 40 orang, yang berpendidikan SPK 37 orang, Perawat Gigi 15 orang dan Bidan/Akademi Bidan 66 orang, SPAG 7 orang dan LCPK 17 orang.

      Sedangkan untuk jumlah tenaga medis, tahun 2011 jumlah Dokter Umum sebanyak 36 orang, Dokter Gigi 7 orang, Apoteker 2 orang dan SAA 11 orang serta Sarjana Kesehatan sebanyak 56 orang. Yang artinya jumlah tenaga medis di tahun 2011 cukup meningkat yang menggambarkan kesehatan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan kualitas kesehatan sumber daya manusia.

 

            

Jumlah tenaga pramedis perawat kesehatan menurut jenis pendidikan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut; jumlah para medis perawat berpendidikan Akper sebanyak 56 orang, yang berpendidikan SPK 39 orang, Perawat Gigi 20 orang dan Bidan/Akademi Bidan 94 orang, SPKU 2 orang, SPAG 6 orang dan LCPK 20 orang.

             Pada tahun 2011 tercatat jumlah  tempat tidur di RSU Sungailiat adalah sebanyak 153 unit, dan RSJ Sungailiat 120 unit. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Bangka berjumlah 11 unit,  Pukesmas Pembantu (Pustu) 37 unit.

 Guna menunjang derajat kesehatan masyarakat, ternyata partisipasi pihak swasta juga sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya Balai Pengobatan Swasta sebanyak 3 unit, Dokter yang buka praktek swasta hingga mencapai 101 orang, dan bidan praktek swasta sebanyak 116 orang yang jumlahnya meningkat pada jumlah balai pengobatan swasta.

 

 

TABEL :

  1. DATA 10 PENYAKIT TERBANYAK DI WILAYAH KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011.

  2. JUMLAH TENAGA PARAMEDIS NON PERAWAT KESEHATAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN JENIS PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011

  3. JUMLAH TENAGA MEDIS MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011

  4. JUMLAH TENAGA PARAMEDIS PERAWAT KESEHATAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN JENIS PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011

  5. JUMLAH RUMAH SAKIT UMUM DAN RUMAH SAKIT JIWA MILIK PEMERINTAH DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011

  6. JUMLAH BKIA, BALAI PENGOBATAN, PUSKESMAS, PUSTU DAN APOTIK MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2011

  7. JUMLAH BALAI PENGOBATAN, BKIA SWASTA, DOKTER PRAKTEK, BIDAN PRAKTEK DAN TUKANG GIGI SWASTA MENURUT KECAMATAN TAHUN 2011.