Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang, merata dan murah ditengah masyarakat menjadi target pemerintah dan mendapat partisipasi cukup besar dari pihak swasta dalam mengingkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat.
Sarana
| Sarana | banyak |
|---|---|
| Rumah Sakit Umum Pemerintah | 1 |
| Rumah Sakit Umum (BUMN) | 1 |
| Balai Kesehatan Ibu & Anak (BKIA) | 4 |
| Balai Pengobatan Swasta | 2 |
| Puskesmas | 11 |
| Puskesmas Pembantu | 35 |
| Apotik | 9 |
| Polindes/Puskesdes | 63 |
| Pusling | 14 |
| Dokter Umum | 22 |
| Dokter Gigi | 6 |
| Tenaga Paramedis Non Paramedis | 182 |
| Tenaga Paramedis Perawat | 188 |
Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah pembangunan dalam upaya bangsa Indonesia mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi. Pembangunan kesehatan dalam rangka terciptanya kualitas sumber daya manusia sebagai insan harus dilakukan dalam keseluruhan proses kehidupannya mulai dari dalam kandungan bahkan jauh sebelumnya, yaitu dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan para calon ibu, kemudian sebagai bayi, balita, usia sekolah, remaja, pemuda, usia produktif, sampai kepada usia lanjut. Dengan demikian pembangunan kesehatan juga mempunyai peranan yang amat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.
Di Kabupaten Bangka pembangunan di bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian pemerintah maupun masyarakat. Pada tahun 2008, penyakit terbanyak yang diderita penduduk Kabupaten Bangka adalah penyakit ISPA, penyakit rongga mulut, malaria klinik, hipertensi, malaria dengan pemeriksaan lab, penyakit pada sistem jaringan otot dan jaringan ikat, diare, penyakit kulit alergi, infeksi penyakit usus lainnya dan penyakit pada saluran pernafasan.
Sementara itu tahun 2008 jumlah tenaga paramedis non perawat kesehatan yang berpendidikan APK sebanyak 5 orang, Akademi Rontgent 4 orang, dari AKZI 5 orang dan SPPH 11 orang. Sedangkan untuk jumlah tenaga medis, tahun 2008 jumlah Dokter Umum sebanyak 29 orang, Dokter Gigi 6 orang, Apoteker 1 orang dan SAA 7 orang serta Sarjana Kesehatan sebanyak 39 orang.
Jumlah tenaga paramedis perawat kesehatan menurut jenis pendidikan pada tahun 2008 adalah sebagai berikut; jumlah para medis perawat berpendidikan Akper sebanyak 40 orang, yang berpendidikan SPK 42 orang, Perawat Gigi 13 orang dan Bidan/Akademi Bidan 66 orang, SPKU 6 orang, SPAG 5 orang dan LCPK 27 orang.
Pada tahun 2008 tercatat jumlah tempat tidur di RSU Sungailiat adalah sebanyak 118 unit, dan RSJ Sungailiat 120 unit. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Bangka berjumlah 11 unit, Pukesmas Pembantu (Pustu) 36 unit.
Guna menunjang derajat kesehatan masyarakat, ternyata partisipasi pihak swasta juga sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya Balai Pengobatan Swasta sebanyak 2 unit, Dokter yang buka praktek swasta hingga mencapai 42 orang, bidan praktek swasta sebanyak 41 orang dan tukang gigi swasta sebanyak 1 orang.
TABEL :
- DATA 10 PENYAKIT TERBANYAK DI WILAYAH KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH TENAGA PARAMEDIS NON PERAWAT KESEHATAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN JENIS PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH TENAGA MEDIS MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH TENAGA PARAMEDIS PERAWAT KESEHATAN DIRINCI MENURUT KECAMATAN DAN JENIS PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH RUMAH SAKIT UMUM DAN RUMAH SAKIT JIWA MILIK PEMERINTAH DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH BKIA, BALAI PENGOBATAN, PUSKESMAS, PUSTU DAN APOTIK MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA TAHUN 2008.
- JUMLAH BALAI PENGOBATAN, BKIA SWASTA, DOKTER PRAKTEK, BIDAN PRAKTEK DAN TUKANG GIGI SWASTA MENURUT KECAMATAN TAHUN 2008.