Perhubungan

Menyadari pentingnya prasarana dan sarana perhubungan untuk menunjang pembangunan daerah terutama disektor ekonomi, Kabupaten Bangka terus melakukan upaya baik pembangunan maupun peningkatan prasarana dan sarana perhubungan yang sudah ada, mulai dari transformasi darat, laut, dan udara.

Sektor transportasi ini merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bangka ini bertujuan untuk memperlancar mobilitas barang dan penumpang maupun jasa termasuk informasi antar kecamatan maupun antar pulau seperti Bangka-Belitung, Bangka-Palembang, Bangka-Jakarta dan Bangka-Batam.

Penyelenggaraan sistem transportasi di Kabupaten Bangka mencakup transportasi udara, air (laut) dan darat. Sistem transportasi ini dikembangkan secara terpadu untuk mewujudkan sistem distribusi yang mantap dan mampu memberikan pelayanan dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat.

Perhubungan Udara

Pada tahun 2011 jumlah pesawat yang datang dan berangkat dari Bandar Udara Depati Amir berjumlah 5.731 dan 5.744. Jumlah ini relatif meningkat dibandingkan dengan tahun 2010 dimana pesawat yang datang maupun yang berangkat masing-masing berjumlah 4.642 dan 4.641 pesawat. Adapun jumlah penumpang yang datang sepanjang tahun 2011 sebanyak 657.815 orang dan penumpang yang berangkat sebanyak 667.063 orang.

Jumlah Bagasi yang dibongkar pada tahun 2011 sebanyak 6.403.395 kg dan jumlah bagasi yang dimuat pada tahun 2011 sebanyak 5.578.051 kg. Sedangkan jumlah cargo yang dibongkar pada tahun 2011 yaitu 6.967.939 kg cenderung mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, jumlah cargo yang dimuat juga mengalami kenaikan dari 2.189.362 kg pada tahun 2010 menjadi 2.296.160 kg pada tahun 2011.

 

Perhubungan Laut

Di Pelabuhan Sungaliat jumlah kunjungan kapal/perahu sebanyak 154 kapal/perahu pada tahun 2011 naik dari tahun 2010 yang sebanyak 107  kapal/perahu. Sementara jumlah barang yang dibongkar tahun 2011 sebanyak 5.907 Ton dan barang yang dimuat sebanyak  2.475 Ton.