Tingkatkan Pendidikan Politik Masyarakat

Menjelang pemilihan beberapa kepala daerah tahun 2017 mendatang, , suasana semakin memanas dan menjadi isu hangat di tengah, masyarakat siapa saja yang pantas menduduki kursi nomor satu di daerahnya, apakah incumbent atau sosok baru yang akan merubah wajah daerahnya? Untuk itu, beberapa calon kepala daerah bersama pasangannya  mulai memperkenalkan diri mereka dengan cara yang semakin terbuka, walaupun masa kampanye masih belum sampai. Para calon dan partai politik yang menggusungnya, sudah mulai kasak kusuk dan  memperkenalkan dirinya dengan berbagai macam media sosialisasi baik media cetak, media elektronik, maupun media sosial. Tentu saja, semua calon dan partai politik tersebut mensosialisasikan hal - hal yang menjadi kelebihan mereka, prestasi - prestasi yang mereka lakukan baik calon maupun partai politiknya, dan tentu saja memperkenalkan visi misi serta janji - janji mereka ketika nantinya duduk di kursi panas 1 (satu). Mungkin wajar saja mereka mulai memperkenalkan diri dengan catatan bahwa apa yang mereka sampaikan merupakan salah satu langkah yang dapat memperkenalkan masyarakat dengan politik yang cerdas dan mendidik. Atau dengan kata lain, calon - calon  dan partai - partai politik idealnya haruslah memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat. Banyak alternatif cara yang seharusnya dilakukan, seperti mempresentasikan visi misi serta strategi yang akan dilakukannya nanti ketika menjadi kepala dan wakil kepala daerah, yang tentunya memberikan pengaruh yang positif bagi kesejahteraan masyarakat. Mengutip penyataan Sandiaga Salahudin Uno, salah satu Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Anies Bawesdan, "membangun politik yang mengusung kesejukan, bukan persaingan memanas yang saling sikut dan saling menjatuhkan merupakan salah satu tujuan demokrasi. Bangsa Indonesia tidak dibangun dengan kebencian dan cara-cara kekerasan".  Karena itu, ia mengimbau kepada semua bakal cagub dan cawagub dan para relawannya, agar menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dengan damai, tanpa menebar kebencian dan tidak mengusung politik pecah belah. Menurutnya, sekarang masyarakat sudah pintar, sehingga setiap calon harusnya mengandalkan program-program dan ide bagus untuk solusi berbagai permasalahan. Bangun dan ciptakan situasi dan kondisi daerah  dengan budaya kita sendiri, dengan gotong royong dan santun tanpa menyakiti. Dan salah satunya dengan mencerdaskan masyarakat dengan politik.
Idealnya, menduduki kursi "panas"  nomor satu dan dua di daerah baik itu kabupaten, kota maupun provinsi  haruslah diisi oleh orang - orang yang memiliki kompetensi yang cukup untuk membawa arah kebijakan daerah menuju kepentingan masyarakat dan tidak hanya menguntungkan kelompok dan pribadi  saja. Mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi kita ketika melihat kepala daerah terkadang masih ada sampai hari ini terlihat lebih membela kepentingan diri dan kelompoknya semata. Seperti yang pastinya sudah kita ketahui, semua calon kepala daerah dan partai politik pada dulunya menjanjikan banyak hal yang memancing ketertarikan masyarakat untuk memilihnya dan kadang disertai dengan hiburan - hiburan rakyat dan pembagian aksesoris serta souvenir - souvenir. Namun, kenyataan yang kita lihat, semuanya itu tidak terealisasinya secara konkret dan hanya berakhir sebagai janji kosong semata terkadang. Alangkah mirisnya  ketika kita melihat para politisi kita sudah mulai terbiasa dengan memberikan janji - janji palsu dan pembodohan secara politik kepada rakyatnya.

Hal - hal inilah yang sebenarnya harus kita kritisi sebagai orang - orang yang nantinya berpartisipasi dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah yang akan kita hadapi nantinya. Rakyat seharusnya sudah mulai bisa bertindak cerdas dalam menilai sosok - sosok yang secara kapasitas sudah memenuhi kriteria - kriteria yang ideal sebagai kepala daerah. Bukannya memilih "kucing dalam karung" yang tidak memiliki track record apa - apa sebelumnya sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan gerakan sosial kemasyarakatan, ataupun pemahaman dan pengalaman yang cukup dalam dunia legislatif, eksekutif dan kebijakan politik. Seharusnya sebagai rakyat yang terkadang merasakan pahitnya janji - janji, harus tersadarkan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk beberapa kalinya. Sudah saatnya kita gunakan hak politik kita sebagai rakyat yang tercerdaskan dan tentunya berawal dari kitalah arah negeri ini mau dibawa. Apakah menuju kemajuan atau kemunduran?

PERAN PEMERINTAH
Membangun iklim demokrasi yang sejuk merupakan prioritas utama. Demokrasi kita harus naik level dan meningkat, jangan lagi demokrasi yang memecah belah tapi demokrasi yang bermanfaat. Dengan adanya peran pemerintah dalam meningkatkan partisipasi politik, maka masyarakat akan semakin sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara sehingga ikut serta secara aktif dalam kehidupan kenegaraan dan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan. Dari warga negara yang demikianlah diharapkan akan terjamin kelancaran usaha mencapai tujuan nasional dan partisipasi politik akan mengusahakan, menciptakan, mengkonsolidasikan dan menempatkan situasi dan kondisi guna meningkatkan terlaksananya proses pembaharuan kehidupan politik yang diharapkan akan terciptanya sistem politik yang benar-benar demokratis, stabil, dinamis, efektif dan efisisen.
PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT
Sebuah proses demokratisasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik  aktif dan otonom dari masyarakat. Untuk menumbuhkan dan atau meningkatkan partisipasi aktif yang otonom tersebut, pendidikan politik masyarakat mutlak perlu dilaksanakan karena pada dasarnya masyarakatlah yang memegang kendali perpolitikan. Peningkatan pendidikan ini juga dipandang perlu karena sistem demokratisasi yang sedang mengalami masa "transisi" dalam era reformasi dan keterbukaan sekarang ini. Sangat tidak diharapkan  bahwa kurangnya pemahaman dan pendidikan politik masyarakat menjadikan masyarakat akhirnya menjadi objek politik yang mudah ditunggangi oleh para elit politik maupun yang menjadi calon kepala daerah. Jangan sampai masyarakat kita keluar dari rambu-rambu nilai demokrasi dan melanggarnya dengan  alasan demokrasi pula. Peningkatan pendidikan politik masyarakat perlu dilakukan dan ditingkatkan. Tujuan peningkatan pendidikan politik masyarakat, diantaranya yakni:
1.Menumbuh kembangkan tatanan kehidupan sosial politik masyarakat yang demokratis dan harmonis melalui peningkatan pendidikan politik serta kesadaran partisipasi masyarakat menuju kecerdasan dan integritas masyarakat dalam proses demokratisasi yang berdaulat, bermartabat dan berkeadilan.
2.Melahirkan masyarakat yang cerdas, proaktif, partisipatif, dan kritis dalam dunia politik.
3.Menciptakan suasana kondusif dalam setiap pelaksanaan Pesta Demokrasi.
Pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak,kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Usaha sadar dan sistematis dalam memperjuangkan hak-hak politiknya sebagai warga negara Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Pendidikan politik dipandang perlu mengingat kecenderungan pasif dan mudahnya masyarakat dimobilisasi untuk kepentingan para elit politik tertentu.
Pendidikan politik adalah aktivitas yang bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan orientasi-orientasi poltik pada individu. Pendidikan tersebut meliputi keyakinan konsep yang memiliki muatan politis, meliputi juga loyalitas dan perasaan politik, serta pengetahuan dan wawasan politik yang menyebabkan seseorang memiliki kesadaran terhadap persoalan politik dan sikap politik. Disamping itu, pendidikan politik bertujuan agar setiap individu mampu memberikan partisipasi politik yang aktif di masyarakatnya. Pendidikan politik merupakan aktifitas yang terus berlanjut sepanjang hidup manusia dan itu tidak mungkin terwujud secara utuh kecuali dalam sebuah masyarakat yang bebas. Muara akhirnya  peningkatan pendidikan politik memiliki tiga tujuan yakni yang pertama  membentuk kepribadian politik masyarakat, kedua,  kesadaran politik masyarakat, dan ketiga partisipasi politik masyarakat. Peningkatan pendidikan politik masyarakat dipandang perlu agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya dalam berpolitik. Masyarakat diharapkan paham akan posisinya sebagai pemegang kedaulatan yang sangat menentukan gerak serta perjalanan bangsa dan negara serta daerah. Sebagai pelaku utama dalam sistem demokrasi, secara sah dan mutlak, masyarakat jelas mempunyai otoritas tertinggi karena persoalan supremasi kekuasaan pun ada pada masyarakat. Demokrasi sebagai pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (democracy is government from people, by people and for people) tidak sekadar istilah. Pemaknaan ini berarti dengan supremasi. kedaulatan di tangan rakyat mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang bersangkut paut dengan rakyat harus diberitahukan dan mendapat restu dan persetujuan rakyat. Masyarakat bukanlah Objek Politik yang dapat diperalat oleh seseorang atau kelompok tertentu karena demokrasi diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
Selain itu juga, masyarakat sudah sepantasnya mendapatkan peningkatan pendidikan politik yang lebih luas dan lebih baik untuk memberi pandangan-pandangan mengenai bagaimana seharusnya berperan serta dalam kehidupan berpolitik. Peningkatan pendidikan politik masyarakat ini bukan semata-,mata menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu, melainkan juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat seperti organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, media, dan lembaga-lembaga independen lainnya seperti LSM. So siapakah pilihan anda dalam pemilihan kepala daerah tahun 2017 mendatang? Pilihlah sesuai dengan hati nurani dan jangan lupa untuk mencerdaskan politik dengan cara cerdaskan politik itu sendiri.***

Penulis: 
Lutfi Adam, S.IP
Tags: 
Artikel

Artikel

13/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
106 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
100 kali dilihat
24/03/2017 | Lutfi Adam, S.IP
90 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
85 kali dilihat
06/02/2017 | Lutfi Adam, S.IP
83 kali dilihat

ArtikelPer Kategori