Hentaskan Stunting Dengan Perkuat Kader Posyandu

Sungailiat, bangka.go.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka bersama Kementrian Kesehatan menggelar pertemuan terkait pembahasan penguatan kader posyandu guna penghentasan stunting di Kabupaten Bangka. Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel ST12 Sungailiat, juga dilaksanakan serentak di 42 Kabupaten kota lainnya seIndonesia.

Ditetapkannya Kabupaten Bangka sebagai salah satu lokus stunting pada tahun 2013 lalu, menjadikan Kabupaten Bangka terus berbenah dan serius dalam penyelesaian masalah stunting. Dengan dilaksanakan kegiatan ini harapannya dapat memperkuat para kader posyandu di desa untuk mampu menagatasi faktor-faktor stunting sejak dini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti saat membuka kegiatan pada Selasa (17/9/2019). "Kita harus memaksimalkan segala lini sektor dalam pencegahan stunting. Karena penghentasan stumting merupakan program nasional yang wajib kita dukung," ujarnya.

Setidaknya ada 10 desa yang menjadi perhatian lokos stunting. Sebagian besar desa yang menjadi lokus stunting berada di Kecamatan Mendo Barat dan Bakam. Sehingga seluruh kader posyandu termasuk bidan dari 10 desa tersebut menjadi peserta dalam kegiatan orientasi. Bahkan perangkat desa dan kepala puskesmas juga diundang guna mendukung kegiatan tersebut.

Selain upaya penindakan secara teknis, pendampingan juga dilakukan guna memberikan tindakan yang tepat dan terkontrol untuk penghentasan stunting. Dalam hal ini 2 orang dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dipercayai sebanai tim pendamping untuk regional Indonesia Barat yang turut hadir dalam kegiatan.

"Tugas kami dalam hal ini mendampingi dari kegiatan penekanan stunting. Segala permasalahan ataupun upaya untuk penekanan stunting di wilayah barat indonesia dapat dikonsultasikan kepada kami," ungkap Pendamping Stuntinh Indoenisa Bagian Barat, dr. Diana Mayasari, MKK.

Sedangkan terkait pemberian materi dipaparkan oleh 3 orang narasumber. Narasumber pertama dari Tenaga Promosi Kesehatan Dinkes Kab Bangka, Arlis Danita, SKM.M.Biomed, narasumber kedua dari TP PKK Kabupaten Bangka, Tri Diastuti, Amd, dan narasumber terakhir dari Dinsospemdes Kabupaten Bangka, Zalfika Ammya, S.i.Kom.

"Semoga dengan pemberian pemahaman dalam hal peran kader posyandu dan upaya pencegahan stunting di masyarakat mampu menekan angka stunting di Kabupaten Bangka kedepannya," tutup Then.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
A Mangatas | Susi
Fotografer: 
Ist
Editor: 
Derika/M. Khadafi