Merawang - Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Al Mujahidin, Desa Jurung, Kecamatan Merawang, Jumat (10/04/26). Dalam momentum Buka Puasa Enam sekaligus Halal Bihalal, masyarakat setempat menggelar tradisi Beranggung Sepintu Sedulang yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Bangka bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka. Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai religius dan budaya lokal.
Bupati Bangka menghadiri kegiatan Beranggung Sepintu Sedulang dalam rangka Buka Puasa Enam dan Halal Bihalal yang digelar pada Jumat (10/04/26) di Masjid Al Mujahidin, Desa Jurung, Kecamatan Merawang.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bangka didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka, serta dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bangka, Camat Merawang, Kepala Desa Jurung, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah disambut antusias oleh masyarakat yang memadati area masjid. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Tradisi Beranggung Sepintu Sedulang sendiri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Bangka yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong. Dalam tradisi ini, masyarakat membawa berbagai hidangan secara bersama-sama untuk disantap dalam satu kebersamaan, sebagai simbol persaudaraan dan rasa syukur.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bangka menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka. Selain memperkuat nilai religius, tradisi ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Jurung yang tetap menjaga tradisi turun-temurun tersebut. Menurutnya, keberadaan tradisi lokal seperti Beranggung Sepintu Sedulang menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih kuat hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, berbuka puasa enam, serta ramah tamah antara masyarakat dan jajaran pemerintah daerah. Suasana penuh keakraban terlihat ketika masyarakat dan para tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan secara bergotong royong.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai silaturahmi, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi budaya lokal dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.
