Nama Tony Wen Kembali Disorot! Seminar Publik di Bangka Dorong Pengusulan Pahlawan Nasional 2027
Admin IKP

SUNGAILIAT — Sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Di dalamnya tersimpan jejak perjuangan, pengorbanan, dan nilai-nilai yang membentuk identitas suatu daerah. Semangat untuk menjaga warisan sejarah itulah yang mengemuka dalam Seminar Publik tentang pengusulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2027, pemberian gelar Pahlawan Daerah kepada tokoh-tokoh Bangka Belitung, serta penetapan Museum Sejarah dan Budaya Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut berlangsung di bekas rumah kediaman Tony Wen, kawasan Simpang Empat lampu merah di depan Black Jack Cafe, Sungailiat, Kamis (15/10/26).
Bupati Bangka menghadiri kegiatan tersebut dengan didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik.
Pengusulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar upaya mengangkat sebuah nama, melainkan juga bagian dari ikhtiar menggali dan memperkenalkan kembali jejak sejarah yang memiliki arti bagi masyarakat Bangka Belitung.
Seminar publik ini mengangkat tiga agenda penting: pengusulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional pada 2027, pemberian gelar Pahlawan Daerah kepada tokoh-tokoh Bangka Belitung, serta penetapan Museum Sejarah dan Budaya Bangka Belitung.
Ketiga agenda tersebut berkaitan erat dengan upaya mengenali tokoh-tokoh yang dinilai memiliki arti dalam perjalanan sejarah daerah, sekaligus menjaga peninggalan sejarah agar tidak terputus dari generasi berikutnya.
Keberadaan bekas rumah kediaman Tony Wen sebagai lokasi kegiatan juga memberikan nuansa tersendiri. Tempat bersejarah bukan hanya menjadi saksi perjalanan waktu, tetapi dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarahnya.
Upaya pengusulan gelar pahlawan membutuhkan penelusuran sejarah, pengumpulan bukti, serta kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Seminar publik menjadi salah satu ruang untuk membahas dan memperkuat perhatian terhadap proses tersebut.
Di sisi lain, gagasan mengenai Museum Sejarah dan Budaya Bangka Belitung menegaskan pentingnya pelestarian warisan daerah. Museum dapat menjadi ruang edukasi, dokumentasi, dan pengenalan identitas budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Sebab, bangsa dan daerah yang besar bukan hanya membangun masa depan, tetapi juga menghargai sejarah yang membentuknya. Mengenali tokoh, merawat peninggalan, dan mewariskan nilai perjuangan merupakan bagian penting dalam menjaga identitas Bangka Belitung.
Dari sebuah tempat yang menyimpan jejak masa lalu, semangat untuk merawat sejarah kembali mendapat ruang. Harapannya, perjuangan para tokoh daerah semakin dikenal, warisan budaya tetap terjaga, dan generasi mendatang memiliki alasan untuk bangga terhadap sejarah tanah kelahirannya.


